7 Dosen Universitas Kapuas Sintang Perkuat Daya Saing Akademik tahun 2026

Thekalimantanpost

SINTANG, Kalimantan Barat — Universitas Kapuas Sintang kembali mencatat capaian strategis di bidang akademik. Sebanyak 7 dosen dari berbagai program studi berhasil lolos seleksi ketat hibah penelitian tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Menurut Kabid Penelitian LPPM Universitas Kapuas Sintang Apt.Chris Octavianus, S.Farm.,M.Si pada (senin,20/4/2026) mengatakan “keberhasilan ini sebagai bukti adanya peningkatan kapasitas riset civitas akademika Universitas Kapuas sintang dalam menjawab tantangan ilmiah sekaligus kebutuhan pembangunan nasional melalui penelitian yang inovatif dan aplikatif”, tegasnya.

Program hibah penelitian Kemendiktisaintek dikenal memiliki tingkat kompetisi yang tinggi. Setiap proposal yang diajukan dinilai secara ketat oleh reviewer nasional dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas, relevansi ilmiah, kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta dampak sosial-ekonomi. Pada tahun 2026 ini, jumlah dosen Universitas Kapuas yang berhasil memperoleh pendanaan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, tercatat 5 dosen yang lolos seleksi, sementara tahun ini meningkat menjadi 7 dosen. Trend ini menunjukkan penguatan kapasitas riset institusi secara berkelanjutan, ungkap Chris.

Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 9 April 2026, tujuh dosen yang berhasil meraih hibah penelitian tersebut terdiri dari dua skema. Pada skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), penerima hibah adalah ; Dr. Hendra Setiawan, S.Pd., M.Si (Program Studi Pendidikan Biologi) dan Burhanudin Rais, S.Pd., M.Pd (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris). Sementara itu, lima dosen lainnya memperoleh hibah melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), yaitu: Imam Asrori, S.Hut., M.M (Ilmu Administrasi Bisnis), Sri Sumarni, S.Hut., M.Si (Kehutanan), Mangardi, S.P., M.P (Agroteknologi), Alexander Andi Kurnianto, S.Pd., M.Pd (Pendidikan Biologi), Yohana Triana Ina Weran, S.Pd., M.Pd (Pendidikan Bahasa Inggris) dan ketujuh dosen tersebut dinyatakan layak memperoleh pendanaan untuk pelaksanaan penelitian pada tahun anggaran 2026.

Rektor Universitas Kapuas Sintang, Dr. Antonius, S.Hut., M.P mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Ini adalah bukti nyata dari kualitas riset oleh dosen-dosen yang ada di Universitas Kapuas. Pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja keras dan komitmen para dosen kami dalam mengembangkan ilmu pengetahuan memberikan dampak yang signifikan. Peningkatan jumlah dosen yang mendapatkan hibah penelitian dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa kita semakin diakui bukan lagi di kancah lokal atau daerah tapi sudah bersaing di level nasional.

“Dari total 104.546 proposal yang ditulis oleh seluruh dosen baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di seluruh Indonesia, ada 7 dosen Universitas Kapuas yang berhasil lolos seleksi dan ini adalah langkah penting menuju penguatan peran Universitas Kapuas dalam pembangunan Negara. Rektor juga menambahkan bahwa pendanaan hibah ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya relevan bagi akademisi, tetapi lebih berfokus pada memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun lembaga internasional, untuk mendorong inovasi yang bermanfaat khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sintang, karena kami di UNKA ini memegang konsep Think globally, act locally (berpikir global, bertindak lokal) artinya memiliki wawasan luas mendunia (terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan dampak global) namun tetap bertindak nyata sesuai nilai, budaya, dan berdampak bagi kebutuhan lokal,” tegas Rektor.

Pencapaian ini menjadi penanda bahwa Universitas Kapuas sintang tidak hanya hadir sebagai institusi Pendidikan Tinggi Swasta (PTS), tetapi juga sebagai aktor intelektual yang mampu bersaing dalam ekosistem riset nasional. Di tengah tantangan geografis sebagai perguruan tinggi yang berada di luar Pulau Jawa, tepatnya di kawasan timur Kalimantan Barat, Universitas Kapuas Sintang menunjukkan bahwa kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh konsistensi, kapasitas, dan orientasi pada mutu. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi masyarakat bahwa perguruan tinggi di daerah memiliki daya saing yang nyata dan relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan. Universitas Kapuas Sintang membuktikan eksistensinya melalui kerja ilmiah yang terukur, kontribusi riset yang aplikatif, serta keterlibatan aktif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan lokal dengan pendekatan akademik. Lebih jauh, capaian ini patut menjadi perhatian serius bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, serta kalangan industri dan investor. Kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi seperti Universitas Kapuas bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan dalam mendorong inovasi berbasis riset yang kontekstual dan berkelanjutan. Dukungan dalam bentuk kebijakan, pendanaan, kemitraan riset, hingga hilirisasi hasil penelitian akan mempercepat transformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang nyata. Dengan rekam jejak yang terus menunjukkan peningkatan, Universitas Kapuas Sintang layak diperhitungkan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Momentum ini menjadi titik penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor industri dalam membangun Kalimantan Barat yang lebih maju, mandiri, dan berbasis pengetahuan **VE-Sintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *