Thekalimantanpost
Beberapa hari ini untuk wilayah Kalimantan listrik Byar-Pet ,PLN terpaksa pemadaman bergilir.
Mencari akar masalah;
Pemadaman listrik bergilir ini bukan hanya di daerah Ketapang tapi luas se-Kalbar, bahkan seantero Kalimantan. Terjadi juga pemadaman bergilir; Ketapang,Pontianak,kubu raya,Sintang, Singkawang, juga kalteng, Kaltim,dll.
Kog bisa serentak ya rusak mesin nya.hehehe…, beberapa waktu lalu PLN pernah pemadaman bergilir SE Jawa-Bali. Kini giliran Kalimantan.
Usut punya usut ternyata; Batu Bara.ya, batu bara sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik stok kurang.kan,..masih ingat regulasi pemerintah yang mengintervensi tata niaga batu bara eksport dibatasi, penambangan dibatasi 3 bulan lalu.Tambahan lagi disinyalir PLN berutang 70,94 Triliun kepada pemasok batu bara.
Secara terpisah Stefanus Febyan Babaro seorang aktivis dan penggiat di Kalbar keras menyatan,” saya memberikan somasi terbuka kepada Presiden Prabowo dan Mentri ESDM atas problema PLN di Kalimantan ini,”tegasnya.
Andre Afrizal penggiat medsos dari Balik Papan Kaltim menunjukan video kurangnya pasokan batu bara di stok PLN ,dan baru buru-buru terisi batu bara saat ini (5 juli 2026).
Jadi sampai kapan kondisi byar-pet listrik PLN berakhir??
Diketahui pembayaran batu bara ke pihak penambang/pengusaha sudah molor 3 bulan. Tercatat hutang pembayaran batu bara PLN senilai Rp 70,94 Triliun. “Edit…tapi hutang pemerintah ke PLN (subsidi) Rp.110,74 Triliun.
Jadi keuntungan PLN itu masuk ke pemerintah Danantara dulu coii…lantas pemerintah ngasi duit ke PLN berupa subsidi katanya.
“Mau listrik ngga byar-pet tergantung bapak Presiden Prabowo dibantu Mentri ESDM Bahlil cepatan bayar subsidi ke PLN dan PLN segera bayar dan beli batu bara untuk nyalain Listrik secara kontinu. Heheee…semoga.
***kp
#pln
#plnkalimantan












