UNKA Sintang Wisuda 455 Sarjana di Gedung Indoor Apang Semangai

Sintang//Thekalimantanpost 

Universitas Kapuas (UNKA) Sintang yang berdiri sejak tahun sejak 8 juni 1992 (34 tahun) telah mewisuda 455 sarjana dalam Wisuda ke-23 Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning Sintang, (Sabtu 24/10/2026).

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak selama enam tahun kepemimpinan Rektor UNKA Sintang Dr.Antonius, S.Hut,MP. Dari sejumlah lulusan itu telah memperoleh pekerjaan sebelum mengikuti prosesi wisuda.

Wisuda ini menandai keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menjadi awal perjalanan untuk menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat, ungkapnya.

Hadir dalam acara wisuda UNKA, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Pembina Yayasan Melati Sintang Drs,Milton Crosby,M.Si, Ketua Umum Yayasan Mlati Sintang Kusnidar,S.Sos,MM, Kabag Log Polres Sintang AKP Aris Setiawan SH, M.AP mewakili kapolres Sintang, unsur Forkopimda Kab Sintang, orang tua dan keluarga wisudawan.

Sebagai rangkaian acara, ada sambutan Rektor UNKA Sintang, Ketua Umum Yayasan Melati Sintang, dan Wakil Bupati Sintang yang menyampaikan pesan Bupati Sintang. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan Prof. Rodiansono, S.Si., M.Si., Ph.D menyampaikan sambutan melalui tayangan video yang diputar di hadapan para wisudawan dan undangan.

Jumlah Lulusan Terbanyak Dalam 6 tahun
Di awal sambutannya Rektor Unka Sintang memberikan apresiasi kepada bapak Drs Milton Crosby,M.Si (mantan bupati sintang 2 periode) atas loyalitas beliau terhadap keberadaan Unka tidak pernah pudar, terima kasih Pak Milton, tegasnya. Menurut rektor Unka, ada 455 wisudawan pada tahun 2026 ini merupakan jumlah lulusan terbanyak selama 6 tahun masa kepemimpinannya.

Ia menegaskan bahwa proses akademik para lulusan telah berlangsung secara normal dan sesuai prosedur, ujarnya. Menurut Antonius, penacapaian tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah lulusan, tetapi juga dari adanya mahasiswa yang telah memperoleh kesempatan kerja sebelum resmi diwisuda.

Pengalaman magang dan kegiatan campus hiring menjadi salah satu jalur yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Ada yang sudah diterima karena waktu mereka magang itu dianggap bisa bekerja. Lalu ada yang kemarin ikut campus hiring dan berkesempatan menjadi tenaga kerja di perusahaan,” tegas Antonius.

Pengalaman magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Sementara itu, kegiatan campus hiring membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti proses perekrutan tenaga kerja. Magang dilakukan di lingkungan pemerintah Kab. Sintang dan perusahan yang ada di kabupaten sintang.

Rektor Unka mengucapakan terima kepada pemda Sintang dan pihak perusahan yang sudah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang. Menurut Dr.Antonius,S,Hut.MP ahli lingkungan alumni Universitas Brawijaya ini, mengatakan, bahwa capaian tersebut menjadi salah satu gambaran hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Namun, para lulusan tetap perlu meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengembangkan kemampuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan profesi,, ungkapnya

455 lulusan dari Tujuh Program Studi, Empat Anggota Polri Turut Diwisuda
Sebanyak 455 wisudawan dan wisudawati berasal dari tujuh program studi di lingkungan Universitas Kapuas Sintang, dengan rincian prodi Ilmu Administrasi Publik: 166 lulusan, prodi Ilmu Administrasi Bisnis: 108 lulusan, prodi Ilmu Hukum: 86 lulusan, prodi Agroteknologi: 60 lulusan, prodi Pendidikan Bahasa Inggris 13 lulusan, Pendidikan Biologi: 12 lulusan, prodi Kehutanan: 10 lulusan. Berdasarkan pantauan media di lokasi wisuda, ada 4 anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari lingkungan Polres Sintang turut mengikuti prosesi wisuda dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UNKA Sintang. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari keberagaman latar belakang para lulusan yang menempuh pendidikan tinggi di UNKA sintang. Pengetahuan hukum yang diperoleh melalui pendidikan akademik diharapkan dapat memperkaya wawasan dan mendukung pelaksanaan tanggung jawab profesional sesuai tugas masing-masing.

Ketua Yayasan: Sarjana Harus Berkontribusi bagi Daerah
Ketua Umum Yayasan Melati Sintang, Kusnidar,S.Sos berharap 455 lulusan Universitas Kapuas (UNKA) Sintang Tahun 2026 dapat menjadi pemikir yang andal dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal masing-masing. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan bergelar sarjana, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang mampu menyumbangkan pemikiran kritis bagi pembangunan. Sarjana yang diwusuda tahun 2026 ini diharapkan bisa menjadi pemikir-pemikir yang andal di daerahnya masing-masing dan berkontribusi bagi kampung halamannya masing-masing, minimal sumbangsih pikiran kritis untuk pembangunan yang lebih baik,” tegas Kusnidar.

Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi hendaknya diterapkan untuk membantu menjawab persoalan di tengah masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan gagasan yang konstruktif, mengenali persoalan di lingkungan masing-masing, serta mengambil bagian dalam mendorong pembangunan daerah. Kusnidar yang jabtannya sebagai kepada BNPD kab.Sintang mengingatkan bahwa gelar sarjana perlu diimbangi dengan keterampilan yang mendukung keberhasilan dalam kehidupan profesional maupun sosial. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja dan masyarakat.
“Gelar sarjana belum cukup. Persaingan saat ini menuntut keseimbangan antara ijazah dan soft skill, di antaranya komunikasi, adaptasi dan kemampuan memecahkan masalah, bukan menambah masalah,” demikian pesan Kusnidar.

Menurutnya, selain memiliki kompetensi akademik, para lulusan perlu menjaga integritas, menumbuhkan empati, terbuka terhadap proses pembelajaran, dan mampu bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter tersebut diharapkan dapat membantu lulusan menghadapi tantangan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan tempat mereka berkarya.

Dalam sambutannya Kusnidar juga menyampaikan bahwa Universitas Kapuas Sintang telah meluluskan sebanyak 7.676 alumni dari tujuh program studi. Jumlah tersebut menggambarkan perjalanan UNKA Sintang dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang diharapkan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Seiring dengan bertambahnya jumlah alumni, peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi perhatian penting. Kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Kusnidar turut menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah menjalankan peran dalam proses pendidikan. Ia berharap seluruh unsur perguruan tinggi terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sehingga UNKA Sintang dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih nyata bagi daerah dan masyarakat. Ia juga mendorong para lulusan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri dan memperluas pengetahuan. Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari jumlah alumni yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas lulusan, integritas, serta kontribusi mereka bagi masyarakat.

Para sarjana diharapkan mampu menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkarya, memecahkan persoalan, dan mendukung pembangunan di daerah masing-masing.

Wakil Bupati Sintang Sampaikan Tiga Pesan kepada Wisudawan
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan pesan Bupati Sintang kepada para wisudawan. Pesan tersebut menekankan 3 hal utama, yaitu menjaga integritas, terus belajar dan beradaptasi, serta tidak melupakan asal-usul dan orang-orang yang telah berperan dalam perjalanan hidup.Menjaga integritas, pengetahuan dan kecerdasan perlu disertai kejujuran serta tanggung jawab moral. Integritas,menjadi dasar kepercayaan dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, para lulusan diharapkan tidak mengorbankan prinsip kejujuran hanya demi memperoleh keuntungan dalam jangka pendek. Terus belajar dan beradaptasi, Perubahan dalam kehidupan sosial dan dunia kerja menuntut setiap orang untuk memperbarui pengetahuan serta meningkatkan keterampilan. Kelulusan dari perguruan tinggi bukan akhir dari proses belajar.

Para sarjana perlu terbuka terhadap pengalaman baru, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan, dan bersedia belajar dari siapa pun. Tidak melupakan asal-usul. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Para wisudawan diharapkan tetap menghormati orang tua, guru, dan masyarakat yang telah membantu membentuk perjalanan hidup mereka. Kesadaran terhadap asal-usul juga menjadi pengingat agar pencapaian pribadi tetap disertai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Florensius Ronny menekankan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari tingginya kedudukan atau pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.

Kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa tinggi saudara berdiri, tetapi juga tentang seberapa banyak orang yang dapat saudara bantu untuk berdiri,” Ungkap nya Florensius Ronny mengingatkan bahwa pencapaian cita-cita membutuhkan kerja keras, disiplin, keberanian, dan doa. Para lulusan diharapkan menggunakan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk menjalankan peran secara bertanggung jawab, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Jadilah generasi yang bukan hanya bangga memakai toga, tetapi juga bangga ketika mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan orang lain,” pungkasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa gelar sarjana tidak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, serta daerah.
Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Tekankan Penguatan Mutu Perguruan Tinggi
Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Prof. Rodiansono, S.Si., M.Si., Ph.D menyampaikan sejumlah pokok perhatian terkait peningkatan mutu perguruan tinggi melalui sambutan yang ditayangkan dalam bentuk video pada acara wisuda. Pokok-pokok tersebut mencakup pengembangan karier akademik dosen, pendampingan bagi perguruan tinggi di daerah, pembangunan sistem kompetisi regional, pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan, serta kepatuhan terhadap regulasi pendidikan tinggi. Percepatan jabatan fungsional dosen, Peningkatan jenjang karier akademik dosen menjadi salah satu perhatian yang disampaikan. Jabatan fungsional merupakan bagian penting dalam pengembangan karier dosen dan penguatan mutu perguruan tinggi. Karena itu, percepatan pengurusan jabatan fungsional perlu menjadi perhatian bersama, terutama untuk mengurangi dominasi dosen yang masih berada pada jenjang Asisten Ahli atau belum memiliki jabatan fungsional, Upaya ini membutuhkan perhatian perguruan tinggi dalam mendorong pemenuhan persyaratan, pendampingan administrasi, dan pengembangan karier akademik dosen secara berkelanjutan.Pendampingan bagi perguruan tinggi di daerah LLDIKTI Wilayah XI juga menekankan komitmen untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada perguruan tinggi yang berada jauh dari pusat wilayah atau di daerah. Pendampingan tersebut penting agar kampus di daerah memperoleh dukungan dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.

Perhatian terhadap perguruan tinggi di daerah diharapkan dapat memperluas akses pendampingan sehingga pengembangan mutu tidak hanya terpusat pada kampus yang berada dekat dengan pusat layanan. Mendorong sistem kompetisi tingkat regional pada 2027. Perguruan tinggi juga diajak merancang sistem kompetisi tingkat regional pada 2027 serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong daya saing lulusan sekaligus memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dengan kebutuhan sumber daya manusia di daerah. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan pembangunan dan potensi daerah. Dengan demikian, kompetensi lulusan dapat dikembangkan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja setempat.

Pembentukan Satgas PPKPT di perguruan tinggiPokok perhatian berikutnya adalah dorongan kepada seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) di Kalimantan untuk membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Pembentukan satuan tugas tersebut merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan tinggi yang aman dan berintegritas. Kampus diharapkan menjadi ruang belajar yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus melindungi sivitas akademika dari kekerasan. Ketaatan terhadap regulasi dan penguatan tata kelola Kepatuhan terhadap aturan dan regulasi akademik juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Ketaatan tersebut mendukung pelaksanaan pembinaan, proses akreditasi program studi, serta perbaikan tata kelola kelembagaan. Perguruan tinggi perlu memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan tata kelola yang tertib dan pemenuhan standar akademik secara berkelanjutan, kampus dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan dan pengembangan institusi. Kelima pokok tersebut menempatkan pengembangan dosen, pemerataan pendampingan, relevansi lulusan, keamanan lingkungan kampus, dan kepatuhan regulasi sebagai bagian yang saling berkaitan dalam penguatan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan.

Wisuda sebagai Awal Pengabdian.
Wisuda ke-23 UNKA Sintang Tahun 2026 ini menjadi momentum bagi 455 lulusan untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya. Sejumlah lulusan telah memperoleh kesempatan kerja sebelum wisuda, sementara lulusan lainnya akan melanjutkan perjalanan sesuai bidang keahlian dan pilihan karier masing-masing.

Rangkaian pesan dari Rektor UNKA Sintang, Ketua Umum Yayasan Melati Sintang, Wakil Bupati Sintang, serta Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan menyoroti aspek yang saling melengkapi: proses akademik yang sesuai prosedur, pentingnya keterampilan dan integritas lulusan, tanggung jawab sosial sarjana, serta penguatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Gelar sarjana menjadi bekal awal untuk berkarya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para lulusan menerapkan ilmu secara bertanggung jawab, terus belajar, menjaga kejujuran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (laporan Tembawai Kelohkak, Victor Emanuel – dosen Fakultas Hukum Unka Sintang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *