Sintang//Thekalimantanpost
SINTANG — Warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua, Paroki Katedral Kristus Raja Sintang, menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan calon imam dengan berbagi kasih kepada para seminaris di Seminari Menengah St. Yohanes Maria Vianney Menyurai, Senin (21/9/2026) sore.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan Pesta Pelindung Lingkungan Santo Matius yang diperingati setiap 21 September. Momentum tersebut dimaknai warga bukan hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi dan mengambil bagian dalam mendukung pembinaan generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk panggilan imamat.
Rombongan warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua dipimpin langsung oleh Ketua Lingkungan, Syukur Saleh. Kedatangan mereka diterima oleh Pastor Fabianus, CM, selaku pembina Seminari Menengah St. Yohanes Maria Vianney Menyurai, bersama para seminaris.
Syukur Saleh mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk partisipasi warga dalam membantu pendidikan calon imam di Keuskupan Sintang. Bantuan diberikan dengan cara menyisihkan sebagian rezeki yang diterima warga untuk dibagikan kepada para seminaris.
“Kami mendukung pendidikan calon imam dengan menyisihkan rezeki yang sudah kami terima untuk dibagikan kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di Seminari Menengah St. Yohanes Maria Vianney Menyurai. Semoga mereka setia dengan panggilan ini hingga ditahbiskan sebagai imam,” ujar Syukur Saleh.
Bantuan yang diserahkan tidak hanya berupa dana, tetapi juga berbagai kebutuhan sehari-hari. Di antaranya minyak goreng, sabun mandi, sabun cuci piring, pasta gigi, tisu, deterjen serta berbagai kebutuhan lainnya.
Warga juga membawa sejumlah bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, kopi, teh dan sarden. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi dan sumbangan warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua.
“Kami membawa uang dan barang-barang yang tahan lama, seperti minyak goreng, sabun mandi, sabun cuci piring, pasta gigi, tisu dan deterjen. Ada juga sembako seperti beras, gula, kopi, teh, sarden dan yang lainnya. Semua ini merupakan sumbangan dari warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua,” jelas Syukur Saleh.
Sementara itu, Pastor Fabianus, CM menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua terhadap pendidikan para calon imam.
Menurutnya, dukungan dari umat, khususnya lingkungan-lingkungan yang berada di sekitar Paroki Katedral Kristus Raja Sintang, memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembinaan para seminaris.
“Kami sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh lingkungan yang ada di Katedral Kristus Raja Sintang dan kelompok-kelompok lainnya. Saat ini ada 37 anak yang sedang menempuh pendidikan di Seminari Menengah St. Yohanes Maria Vianney Menyurai,” ungkap Pastor Fabianus, CM.
Ia menambahkan, bantuan dari umat sangat membantu kebutuhan pembinaan dan kehidupan sehari-hari para seminaris selama menjalani pendidikan.
“Kami berterima kasih kepada warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua yang sudah mau mendukung pembinaan calon imam di Seminari Menyurai. Bantuan ini sangat membantu kami,” katanya.
Bagi warga Lingkungan Santo Matius Jerora Dua, berbagi kasih kepada para seminaris menjadi salah satu cara sederhana untuk ikut ambil bagian dalam perjalanan panggilan calon imam. Dari kepedulian umat, mereka berharap para seminaris semakin teguh menjalani proses pendidikan dan setia menjawab panggilan Tuhan.
**Ve-sintang












