Ketapang//Thekalimantanpost.Com
Suasana Ballroom Hotel Aston Ketapang dipenuhi semangat kolaborasi pada hari Selasa, 4/11, saat Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang secara resmi dideklarasikan. Acara penting ini juga diwarnai diskusi mengenai keterbukaan informasi publik, sebuah topik yang menjadi prioritas utama.
Dalam sambutannya Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat kepada Bung Agus dan seluruh jurnalis yang tergabung dalam KAWAN Ketapang atas deklarasinya. Alex juga mengapresiasi audiensi yang telah dilakukan sebelumnya, di mana berbagai hal terkait pembangunan Ketapang secara bersama-sama telah didiskusikan.
“Kehadiran KAWAN ini saya harapkan dapat bersinergi, berkolaborasi dengan media-media lain dan asosiasi jurnalis, terutama dengan pemerintah daerah. Mari kita bersama-sama berkontribusi membangun Ketapang ini lebih baik.”
“Saya menaruh harapan besar agar Koalisi Wartawan Ketapang mampu membawa nuansa baru yang positif, memberikan perbedaan dan kelebihan yang signifikan dibandingkan kondisi sebelum terbentuknya koalisi, menuju perubahan yang lebih baik untuk Ketapang,”ujar Alexander Wilyo.
KOMITMEN TERHADAP MEDIA DAN KETERBUKAAN INFORMASI
“Sebagai pribadi, saya menyatakan keterbukaan terhadap media dan wartawan. “Sepanjang tujuan kita adalah untuk kebaikan masyarakat. Karena saya juga pelaku yang mendorong keterbukaan informasi publik, sepanjang itu berimbang dan niatnya baik dan positif.”
“Saya juga berbagi pengalaman pribadi dalam mengelola komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial. “Saya dari dulu memiliki media sosial pribadi dan saya kelola pribadi. Saya ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.”
“Saya memiliki dua akun Facebook, salah satunya adalah fanpage resmi yang dikelola secara serius untuk tujuan kedinasan. Ini bukan sekadar media informasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat bahwa saya bekerja keras untuk Ketapang.
“Ini yang saya lakukan untuk masyarakat. Saya tidak duduk-duduk di kursi di ruang kerja, tetapi apa yang saya buat bukan untuk pencitraan, melainkan untuk mengekspos pertanggungjawaban saya sebagai kepala daerah — apa yang sudah saya lakukan dan perjuangkan untuk Kabupaten Ketapang dalam berbagai hal.”
“Saya mengajak seluruh insan pers yang tergabung dalam KAWAN untuk berkontribusi. Saya meyakini pemerintah akan mendukung seluruh elemen masyarakat, termasuk media, yang memiliki kontribusi potensial untuk kemajuan Ketapang. Namun, saya juga mengingatkan bahwa kontribusi bisa menjadi kemunduran jika dilandasi niat yang salah.
“Jadi sekali lagi tergantung niat. Tapi saya yakin dengan ketua dan kawan-kawan punya niat yang tulus dan baik untuk bahu membahu membangun Ketapang kita tercinta.”
“Saya menekankan pentingnya peran media bagi pemerintah daerah, terutama dalam menyampaikan informasi kepada publik yang kadang tidak bisa dilakukan oleh media pemerintah daerah. Saya bahkan mengungkapkan bahwa media pribadi saya lebih dikenal masyarakat daripada media OPD atau Kominfo. Meski demikian, saya tetap mengajak semua OPD untuk bersama-sama mengekspos kegiatan sebagai media komunikasi, edukasi, sekaligus keterbukaan informasi publik dan pertanggungjawaban atas amanah masyarakat.
“Semua hal di-tag ke saya supaya saya merespon cepat, misalnya seperti jalan rusak, sebagai informasi yang baik bagi masyarakat.”
“Saya berharap jajaran pemerintah daerah dan OPD dapat mengikuti gaya komunikasi yang proaktif dan responsif — berbuat baik untuk masyarakat dengan setulus hati. Melalui media yang tergabung dalam KAWAN, saya sangat menerima informasi yang bersifat informatif dan edukatif,”ujar Bupati Alexander Wilyo.
TANTANGAN DAN HARAPAN AKAN PEMBERITAAN YANG BERIMBANG
Keterbukaan informasi publik juga menghadapi tantangan, terutama dari “kebablasan” di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, di mana kadang ada pemberitaan yang tidak fair atau tidak berimbang. Saya mencontohkan kasus jalan Pelang yang sedang dikerjakan melalui CSR dan gotong royong, namun hanya satu titik yang tergenang banjir saat hujan diperlakukan seolah-olah seluruh jalan rusak.
“Ini menurut saya tidak fair juga sehingga orang-orang luar Ketapang menganggap Kabupaten Ketapang ini hancur lebur, tidak ada baiknya sama sekali.”
“Oleh karena itu, insan pers saya minta untuk memberikan apresiasi kepada kinerja OPD dan perusahaan yang terlibat dalam CSR guna memberikan semangat, sepanjang memiliki iktikad baik untuk membangun daerah.
“Saya juga MENYOROTI FENOMENA penggunaan isu-isu sensitif seperti JALAN RUSAK, ORANG SAKIT, ATAU MENINGGAL sebagai konten untuk MENCARI KEUNTUNGAN MELALUI VIEWER di media sosial, terutama oleh sejumlah CONTENT CREATOR DI FACEBOOK, INSTAGRAM, DAN TIKTOK.
> Kita tidak melarang, tetapi sebaiknya LEBIH FAIR DAN PROPORSIONAL dalam menyajikan informasi, karena setiap konten juga MEMBAWA CITRA DAERAH.
Jika disampaikan BERIMBANG DAN NIATNYA BAIK, tentu bisa menjadi SARANA EDUKASI DAN KONTROL SOSIAL YANG POSITIF.
Namun jika hanya MENGEJAR SENSASI, justru dapat MENIMBULKAN KESALAHPAHAMAN PUBLIK.
“Ini catatan bagi saya agar kita tidak terjebak dalam situasi-situasi yang sebenarnya membuat Kabupaten Ketapang ini tampak kurang baik di mata publik.”
“Saya menegaskan bahwa Ketapang memiliki citra yang baik — dikenal sebagai daerah paling aman dan kondusif se-Kalbar, penuh kekeluargaan, keramahtamahan, dan kegotongroyongan. “Jadi kalau ada insidental atau kasus yang setitik itu jangan dilebar-lebarkan, dibesar-besarkan karena ini atensinya politis, dan politik lain lagi tafsirannya.”
“Saya mengingatkan agar pemberitaan tidak dari normatif menjadi provokatif. “Kita harus fair, tidak boleh dzalim. Jika pemberitaan tidak efektif, tidak objektif, kemudian provokatif, itu juga bagian dari kedzaliman.”
“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga suasana kondusif, aman, dan damai agar dapat fokus membangun Ketapang,”ujar Alex.
DUKUNGAN PENUH DAN ARAHAN MEMBANGUN KETAPANG BERSAMA
“Saya sekali lagi menyatakan dukungan penuh dan kesiapan pemerintah daerah untuk bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan seluruh anggota KAWAN dalam membangun Ketapang.
“Kami juga butuh dukungan dan bantuan dari kawan-kawan media untuk mengekspos program-program pembangunan, mengedukasi masyarakat lewat keterbukaan informasi publik yang tidak mungkin seluruhnya disampaikan oleh pemerintah.”
“Saya menyoroti bahwa banyak miskomunikasi di masyarakat terjadi karena informasi yang tidak tersampaikan secara tuntas atau hanya sepotong-sepotong, serta minimnya tabayyun atau cross-check dari beberapa media yang dapat memperkeruh suasana, seperti konflik-konflik masyarakat yang terjadi di Kecamatan Sungai Laur dan Marau. “Kita harus berhati-hati jangan sampai ini menyulut konflik-konflik vertikal sehingga mengganggu Kamtibmas.”
“Saya berpesan agar KAWAN memiliki ciri khas dan kelebihan khusus yang membedakannya. “Harapan saya nanti tercipta iklim yang sehat, lebih produktif.”
“Saya kembali mengajak seluruh elemen masyarakat Ketapang — baik media, tokoh agama, tokoh adat, maupun tokoh pemuda — untuk bersama-sama membangun Ketapang yang lebih baik.
“Ketapang ini bukan punya saya seorang, bukan milik satu kelompok, satu suku, atau satu agama. Tetapi Ketapang ini milik kita semua. Ketapang adalah rumah besar kita semua. Yang namanya rumah besar harus kita jaga bersama, harus kita rawat bersama, dan juga harus kita bangun bersama-sama.”ajak Bupati Ketapang.
TANTANGAN ANGGARAN DAN SEMANGAT PEMBANGUNAN
“Tahun 2025 ini mengalami sedikit badai juga pada awal tahun, baru saja dilantik kita mengalami efisiensi semua daerah dan tahun ini kita (anggaran) 157 Miliar, tapi masih dapatlah kita membangun sedikit-sedikit. Tahun depan agak besar 450 Miliar.”
Saya menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hanya di Ketapang, melainkan dialami seluruh daerah di Indonesia, dan khusus Kalbar, anggaran Ketapang termasuk yang paling besar.
“Walaupun demikian saya tidak patah semangat, kita tidak hilang akal untuk tetap membangun Ketapang.”
“Saya sering bolak-balik ke Jakarta untuk menjulok atau melobi berbagai proyek pembangunan seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit. Saya juga meminta bantuan dan jaringan dari HIPMI dan Kadin di pusat untuk mengatasi keterbatasan dana APBD agar pembangunan Ketapang terus berjalan — karena tantangan justru semakin memicu semangat untuk terus berkarya,” pungkas Bupati Alexander Wilyo.
**Red
#alexanderwilyo
#bupatiketapangkalbar












