Penambangan Uranium di Melawi Kalbar?

Thekalimantanpost.Com

PT PLN (Persero) mencatat Indonesia memiliki bahan baku nuklir yang bisa digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (uranium) sekitar 24 ribu ton di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Bahan baku nuklir tersebut disebutkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 yang baru diluncurkan pada bulan ini.

Seperti diketahui,penambangan Uranium secara tersembunyi di Melawi sudah santer dibicarakan sejak th.90-an. Uranium menjadi santer dibicarakan karena disamping bisa digunakan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, juga bisa digunakan sebagai bahan pembuat senjata Nuklir, disamping dapat digunakan sebagai industri,penelitian dan pengobatan.

“Selain batu bara, terdapat juga potensi energi nuklir berupa uranium/thorium di Kabupaten Melawi yang dapat digunakan sebagai energi primer PLTN,” tulis dokumen tersebut yang dikutip pada Selasa (17/6)

Potensi uranium di Kabupaten Melawi menurut Atlas Geologi Sumber Daya Mineral dan Energi Kalimantan Barat sebesar ± 24.112 ton. Namun, pemanfaatan nuklir sebagai energi primer masih menunggu adanya kebijakan dari Pemerintah.**Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *