Thekalimantanpost.Com
Adi Pelor (30 th) seorang tukang di Ketapang kepada Media Thekalimantanpost.Com mengatakan,” sekarang ini ekonomi mencekik masyarakat.Pekerjaan tukang pun untuk orang ketapang susah.Katanya tukang tender proyek (LPSE) sering tidak memenangkan kontraktor ketapang,” ketusnya.
Hal senada dengan Adi juga juga dirasakan Martono (41th) seorang yang mengaku berprofesi sebagai tukang, yang ditemui disalah satu warkop kota Ketapang.
90% perusahaan luar ketapang yang dimenangkan LPSE Ketapang, dengan indikasi mengunci persyaratan dan menenangkan perusahaan yang buang persentase kecil,” kata kontraktor yang enggan namanya disebut.
LPSE Ketapang yang saat ini telah menjadi sorotan publik, dan menjadi bisik-bisik keresahan di warkop Ketapang.”bagaimana tidak jika yang benar disalahkan dan salah dibenarkan,” ujar warga yang tidak ingin namanya disebut.
Peran Lembaga konstruksi seperti Gapensi dan Kadin diperlukan untuk memberikan masukan kepada LPSE Ketapang agar tidak berat sebelah.
Dan hal ini agar supaya menjadi atensi APH di Ketapang,Provinsi Kalbar, maupun pusat Jakarta.
***Red.Thekalimantanpost Com












