Nasional//Thekalimantanpost.Com
Berita yang trending sekarang ini secara nasional;Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan wakilnya, Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Pengunduran diri mereka sudah disetujui oleh Presiden Jokowi, kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hari ini. Selanjutnya Presiden menunjuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OIKN dan Wakil Menteri Agraria, Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, sebagai Wakil Plt Kepala OIKN.
Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe dilantik pada 10 Maret 2022, dengan masa tugas hingga tahun 2027. Untuk jabatan Kepala OIKN dan Wakil Kepala OIKN, berdasarkan Perpres 13 Tahun 2023, masing-masing mendapatkan gaji atau hak keuangan sebesar Rp 172.718.840 dan Rp 155.180.670 per bulan ditambah fasilitas lainnya. Pratikno membantah pengunduran 2 pejabat puncak OIKN tersebut karena terdesak jadwal Upacara 17 Agustus mendatang, yang akan digelar di ibu kota baru Indonesia tersebut. Sementara Basuki Hadimuljono, meyakini pengunduran diri mereka tidak akan memengaruhi minat investor di IKN.
Anggota DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan, menduga kedua petinggi OIKN itu mengundurkan diri karena target yang ditentukan terlalu tinggi, selain masih banyak masalah dalam pengadaan lahan IKN yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur itu. Ia mengaku, mendengar keluhan dari pegawai yang mengerjakan pembangunan IKN berbulan-bulan tidak menerima gaji, serta protes dari masyarakat adat. Anggota Komisi II Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, merasa ada yang aneh dengan mundurnya Bambang dan Dhony, yang telah bekerja keras dengan hasil yang bagus. Dalam rapat dengar pendapat di DPR beberapa waktu lalu, Kepala OIKN Bambang Susantono mengaku baru menerima gaji setelah 11 bulan diangkat.red.”wah runyam ya,segera perlu dibenahi,”.***kp.












