Sintang//Thekalimantanpost
Yayasan Melati Sintang menganugerahkan tanda kehormatan jasa pengabdian kepada sembilan dosen dan karyawan Universitas Kapuas (UNKA) Sintang dalam rangkaian Wisuda XXIII, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian para penerima di lingkungan Yayasan Melati Sintang dan Universitas Kapuas.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Tanda kehormatan diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Melati Sintang, Kusnidar, S.Sos., M.M., dalam rangkaian acara wisuda yang dihadiri Sidang Senat Terbuka UNKA, pimpinan universitas, unsur yayasan, dosen, karyawan, tamu undangan, wisudawan, dan keluarga.
Pemberian tanda kehormatan tersebut didasarkan pada Keputusan Pengurus Yayasan Melati Sintang Nomor 02/YM.STG/KEP/2026 tentang Penetapan Dosen dan Karyawan di Lingkungan Universitas Kapuas Sintang yang Menerima Tanda Kehormatan Jasa Pengabdian Tahun 2026.
Dalam pertimbangan keputusan itu, penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa pengabdian di lingkungan Yayasan Melati Sintang dan Universitas Kapuas. Aspek yang menjadi pertimbangan meliputi loyalitas kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pengabdian, kejujuran, kompetensi, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
Petrus Atong, Pengabdian Lebih dari 30 Tahun
Salah seorang penerima tanda kehormatan adalah Dr. Drs. Petrus Atong, M.Si., yang memperoleh kategori Pengabdian Melati Utama untuk masa pengabdian lebih dari 30 tahun.
Petrus Atong merupakan dosen senior UNKA dan alumnus program doktor Universitas Padjadjaran, Bandung. Dalam perjalanan kelembagaan UNKA, ia pernah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Rektor pada 2004–2007. Ia kemudian menjabat Rektor pada periode 2011–2015 dan 2015–2019.
Riwayat pengabdiannya menempatkan Petrus Atong sebagai salah satu bagian dari perjalanan sejarah kelembagaan UNKA. Pengalaman mengajar dan menjalankan kepemimpinan universitas dalam beberapa periode menjadi bagian dari kontribusinya terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi di Sintang.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas masa pengabdian panjang yang telah dijalaninya. Perjalanan sebuah perguruan tinggi sendiri merupakan hasil kontribusi berbagai unsur, termasuk yayasan, pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.
Victor Emanuel, Dosen Fakultas Hukum dengan Pengalaman Lintas Bidang
Penerima tanda kehormatan lainnya adalah Victor Emanuel, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum UNKA Sintang, yang menerima kategori Pengabdian Melati Pertama untuk masa pengabdian 10–19 tahun.
Victor Emanuel merupakan bagian dari generasi Dayak di Kabupaten Sintang. Perjalanan pengabdiannya mencakup bidang pendidikan, kepemiluan, jurnalistik, organisasi kemasyarakatan, dan kegiatan Gereja Katolik.
Sebelum menjalani tugas sebagai dosen, ia pernah menjadi guru dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di SMA Panca Setya Sintang pada 1996–2003. Dalam bidang kepemiluan, ia pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sintang pada 1999 dan anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang periode 2003–2008.
Pengalamannya dalam bidang jurnalistik antara lain tercatat melalui keikutsertaannya dalam BBC World Service Training Trust Workshop on Multi Cultural Issues pada 1999. Berdasarkan informasi dalam sertifikat yang dimiliki, kegiatan tersebut merupakan lokakarya mengenai isu multikultural yang melibatkan kerja sama BBC World Service Training Trust dan Himpunan Praktisi Penyiaran Indonesia (HPPI).
Dalam perjalanan akademiknya, Victor juga pernah menjadi dosen tidak tetap di STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Ia mengajar mata kuliah Jurnalistik pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Hukum Konstitusi, Hukum Dagang, dan Hukum Perdata pada program studi PPKn.
Di tengah tugas akademik, ia tetap menulis berita dan artikel opini. Kegiatan menulis tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatannya dalam menyampaikan informasi dan gagasan kepada masyarakat, dengan menyesuaikan diri terhadap keterbatasan waktu dan sumber daya.
Pengalaman Victor dalam organisasi dan kegiatan kemasyarakatan juga mencakup lingkungan Gereja Katolik. Ia pernah menjadi Ketua Muda-Mudi Katolik (Mudika) Paroki Katedral Sintang pada masa pelayanan Uskup Mgr. Agustinus Agus dan menjadi anggota Komisi Kepemudaan Keuskupan Sintang.
Pada 1997, ketika memimpin Mudika Katedral, Victor terlibat dalam penyelenggaraan TEBAR yang pertama kali dilaksanakan pada tingkat Keuskupan Sintang di Desa Merpak, Paroki Kelam. Kegiatan tersebut kemudian menjadi salah satu agenda Komisi Kepemudaan Keuskupan Sintang.
Dalam perayaan Tahun Yubileum 2000 Gereja Katolik di tingkat Keuskupan Sintang, Victor menjadi anggota seksi acara. Perayaan yang berpusat di Paroki Maria Ratu Semesta Alam (MRSA), Sungai Durian, Sintang, itu berlangsung pada masa pelayanan Uskup Mgr. Agustinus Agus dan turut dihadiri artis Katolik Lisa Ariyanto.
Pada tahun yang sama, Victor juga menjadi utusan resmi Keuskupan Sintang dalam Sidang Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Kinasih, Bogor.
Victor Emanuel
tercatat sebagai pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang periode 2022–2027, pada Bidang Koordinasi BidangvAdat Istiadat dan Hukum Adat.
Riwayat tersebut menunjukkan pengalaman Victor dalam sejumlah bidang kehidupan masyarakat, di samping tugas utamanya sebagai pendidik. Adapun tanda kehormatan yang diterimanya dari Yayasan Melati Sintang berkaitan dengan pengabdian di lingkungan yayasan dan UNKA.
Sembilan Penerima Tanda Kehormatan Tahun 2026
Berdasarkan keputusan Yayasan Melati Sintang, terdapat sembilan penerima tanda kehormatan jasa pengabdian tahun 2026, terdiri atas enam dosen dan tiga karyawan. Kategori Pengabdian Melati Utama — masa pengabdian lebih dari 30 tahun: Dr. Drs. Petrus Atong, M.Si. dan Dra. Evy Ratnasari, M.Si.
Kategori Pengabdian Melati Pertama — masa pengabdian 10–19 tahun:
Dosen ; Victor Emanuel, S.H., M.H., Rachmi Afriani, S.Si., M.Si. ; Venny Adita Octaviani, S.Pd., M.Si., Dr. Redin, S.H., M.H., Dwi Lestari, S.Sos Jenny Novelia, S.Sos.
Pemberian tanda kehormatan ini menjadi bagian dari rangkaian Wisuda XXIII UNKA Sintang sekaligus bentuk pengakuan kelembagaan terhadap pengabdian para dosen dan karyawan dalam rentang waktu yang berbeda.Keberlangsungan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik dan jumlah lulusan, tetapi juga oleh konsistensi pengabdian, tanggung jawab, dan kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.aMelalui penghargaan tersebut, Yayasan Melati Sintang memberikan apresiasi kepada sembilan penerima atas pengabdian mereka. Penghargaan ini sekaligus menegaskan pentingnya komitmen, integritas, dan tanggung jawab dalam mendukung keberlanjutan Universitas Kapuas Sintang
**kp
#unkasintang
#sintang












