Sintang//Thekalimantanpost
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menutup pelaksanaan Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, Festival Musik, Panggung Seni dan Hiburan dalam rangka Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Tahun 2026 di Halaman GOR Apang Semangai, Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Kegiatan penutupan dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Sintang, Ketua TP PKK Kabupaten Sintang, pimpinan Bank Kalbar, kepala OPD, dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, GH Bala mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba, alkohol, dan pinjaman online demi menjaga masa depan.
“kita sendiri yang bisa menjaga masa depan kita, itu yang saya tekankan. Yang sedang sekolah, sekolah dengan bagus dan serius. Ingat pesan orang tua di kampung, dan ingat yang pertama dibohong kadang orang tua. Oleh sebab itu, setialah dengan orang tua. Ini perlu saya sampaikan, demi kalian semua, demi masa depan kita semua” terang GH Bala.
Bupati sintang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman dan ramai selama 10 hari. “Kadis Porapar Sintang ini luar biasa, bisa mendatangkan artis sehingga kita ramai dan bersempit-sempit malam ini. Kita ramai tapi aman, maka dipertahankan. Bukan polisi yang mengamankan kita, kita yang pertama mengamankan diri kita. Kenapa kita bisa begini, karena diantara kita banyak yang membayar pajak. Polisi bisa berdiri tegak, tentara bisa berbaris rapi, karena kita membayar pajak. Oleh sebab itu, jangan bosan-bosan membayar pajak” terang GH Bala.
Ketua Panitia, Hendrika menyampaikan bahwa Pameran Ekraf 2026 berlangsung selama 10 hari dengan total 160 stand peserta. Ia menyebut perputaran uang selama kegiatan mencapai lebih dari Rp6 miliar.
“selama 10 hari kegiatan pameran, kami sudah melaksanakan banyak kegiatan seperti lomba-lomba dan hiburan. Dan semua sudah berjalan dengan lancar selama 10 hari ini. Saya melihat setiap hari, arena pameran dikunjungi banyak masyarakat Kabupaten Sintang yang datang dengan penuh suka cita secara beramai-ramai” terang Hendrika.
“saya berterima kasih kepada peserta pameran, lomba dan pengisi acara yang sudah mau berpartisipasi. Terima kasih kepada pengunjung yang sudah menjaga kebersihan dan keamanan. Terima kasih juga kepada para pendukung acara dan dan seluruh panitia” terang Hendrika.
Selama pelaksanaan kegiatan, panitia juga menggelar berbagai lomba seperti lomba lagu dangdut, tembang kenangan, festival musik anak muda, lomba tari pelajar, hingga fashion show anak-anak.
Namun, penyampaian angka transaksi sebesar Rp6 miliar tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai dasar perhitungan dan distribusi manfaat ekonominya. Apakah angka tersebut berasal dari akumulasi omzet seluruh stand UMKM, transaksi kuliner, sponsor, tiket hiburan, atau estimasi perputaran uang pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Penjelasan mengenai metode pendataan dan rasio perhitungan menjadi penting agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan bias atau tafsir berbeda di tengah masyarakat. Publik juga perlu mengetahui siapa pihak yang paling merasakan dampak ekonomi tersebut, apakah pelaku UMKM, panitia, pelaku hiburan, atau pemerintah daerah melalui peningkatan sektor ekonomi kreatif dan pajak daerah.
Kejelasan data semacam ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan event serupa ke depan, sehingga keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari keramaian pengunjung, tetapi juga dari indikator ekonomi yang terukur, transparan, dan benar-benar dirasakan masyarakat. (*)
**VE-wartawan Thekalimantanpost di Sintang












