Tumbang Titi//Thekalimantanpost
Pertemuan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ketapang tingkat kecamatan digelar di Kantor Camat Tumbang Titi pada hari ini, Selasa (10/2/2026). Acara dibuka secara resmi oleh Camat Tumbang Titi dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan daerah.
Dalam sambutan pembukaannya, Camat Tumbang Titi menekankan bahwa pembangunan di wilayah kecamatan ini harus berfokus pada empat program Bupati dan Wakil Bupati prioritas utama, yaitu pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, peningkatan layanan pendidikan, serta kesehatan. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga melalui Bappeda mewajibkan perusahaan yang berinvestasi di wilayah Tumbang Titi untuk berperan aktif dalam mendukung dan mendorong pelaksanaan program-program pemerintah.
Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Syaidianur, S.Pd., M.Pd. anggota DPRD dari Dapil 4, Thomas Ferliyan, Elisabeth, dan Ignatius Wewen, para Kepala Desa, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatannya, Wakil Ketua DPRD juga memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai dilema efisiensi yang sedang berlangsung dalam pelaksanaan program pembangunan. Penjelasan ini disampaikan agar masyarakat dapat mengerti dan memahami kondisi yang sedang dialami, serta menyadari bahwa pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien sangat diperlukan untuk memaksimalkan manfaat pembangunan bagi banyak orang.
pembangunan Kabupaten Ketapang saat ini berada dalam situasi penyesuaian yang cukup signifikan, dan APBD yang sebelumnya hampir Rp3 triliun kini berada di angka Rp2,1 triliun. Belanja modal kini turun menjadi sekitar Rp180 miliar dan Kondisi ini harus kita pahami bersama dan terus mencari solusi walau ditengah efesiensi namun pembangunan tidak boleh terhambat begitu saja
Anggota DPRD juga mengingatkan agar kepala desa tidak henti – hentinya selalu mengusulkan kegiatan di wilayahnya walau terkadang ada usulan yang tidak terealisasi namun tidak mengurangi semangat untuk membangun wilayah sampai ada kegiatan yang terwujud karna Musrenbang bukan sekadar ritual tahunan Ini forum strategis untuk memastikan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan
Pertemuan Musrenbang ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai bukti kesepakatan hasil musyawarah. Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja pemerintah daerah di tingkat kecamatan, yang selanjutnya akan dibawa ke tingkat kabupaten untuk diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah secara keseluruhan.
Catatan redaksi; Musrenbang diadakan untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam buku APBD.
**red












