Acara Adat Naik Juronk Tinggi

Thekalimantanpost.Com

Jurung (atau jurong) adalah bangunan tradisional tempat penyimpanan padi yang sudah dipanen, menjaga agar padi tetap aman dari hama dan cuaca buruk.

Sebagai masyarakat yang sangat bergantung pada pertanian, keberadaan jurung sangai penting. Bagi masyarakat Dayak Jurung bukan sekadar gudang, melainkan juga pusat kebudayaan dan identitas masyarakat Dayak yang terkait erat dengan sistem pertanian memiliki makna penting sebagai simbol kedaulatan pangan dan kelestarian tadisi budaya.

Jurong adalah bagian dari warisan budaya Dayak yang harus dijaga dan dilestarikan, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Arsitektur jurung yang khas yang terbuat dari kayu belian (ulin), kulit kayu dan bahan pilihan lainya sehingga dapat bertahan hingga seabad lebih, mencerminkan kekayaan keraifan lokal dan arsitektur tradisional Dayak.

Sebagai wujud syukur kepada Duata (Tuhan), serta untuk merawat dan melestarikan adat dan tradisi budaya Dayak. Saya sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh yang juga Bupati Ketapang akan melaksakan acara “Adat Naik Jurongk Tinggi”.

Tradisi Naik Jurong selain sebagai wujud rasa syukur kepada Duata (Tuhan) atas hasil panen dan rejeki juga berperan sebagai perekat sosial yang menyatukan masyarakat Dayak dalam suasana gotong royong, memperkuat nilai kekeluargaan, solidaritas, dan persatuan.

**Laman FB; Alexander Wilyo

#ketapangkalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *