Sanggau//Thekalimantanpost.Com
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri secara langsung perayaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI yang digelar di Rumah Betang Raya Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (7 juli 2025).
Acara yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2025 itu mengangkat tema “Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan”. Tema ini menjadi simbol kuat bahwa persahabatan antarsesama masyarakat Dayak bukan sekadar relasi sosial, melainkan jalinan batin yang memelihara kehidupan, adat, dan alam secara selaras. Dalam persahabatan tumbuh penghormatan, dan dalam penghormatan itulah hidup warisan budaya yang lestari.
Gawai dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Krisantus Kurniawan, dan turut dihadiri oleh anggota DPR RI Dapil II Kalbar, Bapak Paulus Hadi, Bupati Sanggau, Bapak Yohanes Ontot, serta Wakil Bupati Sanggau, Ibu Susana Herpena. Selain itu, hadir pula perwakilan dari 13 kabupaten se-Kalimantan Barat, menandakan kuatnya solidaritas dan kekeluargaan antarwilayah di bumi Borneo.
Bupati Ketapang disambut hangat oleh para tokoh adat dan panitia pelaksana. Saya mengungkapkan ini sudah ke tiga kalinya hadir dalam gawai ini waktu menjabat sebagai Sekda Ketapang, dan merupakan rasa bangga dan penghargaan mendalam atas terselenggaranya acara yang sarat nilai kultural dan spiritual ini.
“Saya merasa bangga bisa hadir dalam Gawai Nosu Minu Podi ini. Ini bukan sekadar pesta budaya, tapi tonggak persatuan. Budaya adalah nafas kita, akar kita, dan tali pengikat antargenerasi. Gawai ini menunjukkan bahwa Dayak itu kuat karena bersahabat, dan akan lestari karena saling menjaga,” ujar Bupati Alexander Wilyo.
Acara diwarnai dengan ritual adat, pertunjukan seni tradisional, pameran produk lokal, hingga dialog budaya. Gawai ini bukan hanya ajang perayaan, melainkan ruang belajar bersama tentang jati diri, kearifan lokal, dan harapan masa depan yang berakar pada nilai-nilai luhur adat Dayak. **kp












