Thekalimantanpost.Com
Ada yang bilang ‘Foto Jurnalistik’ tidak hanya sekedar foto.Namun sebuah foto jurnalistik itu ‘,bercerita.ia mengandung makna.
Foto ini adalah potret yang begitu kuat dan memikat dari Batavia (kini Jakarta) pada tahun 1870. Di dalamnya tampak tiga perempuan pribumi yang duduk dalam formasi yang tenang namun penuh makna. Mereka mengenakan kain batik dan kebaya sederhana—busana khas perempuan Nusantara masa itu—dengan latar belakang rumah bambu berdinding anyaman dan perabot ukiran yang menunjukkan nuansa lokal yang kaya budaya.
Perempuan di kiri bersandar santai, menatap lensa kamera dengan ekspresi sedikit bosan namun penuh karakter, sementara yang di tengah duduk anggun di lantai dengan sebuah bokor logam di depannya—mungkin untuk membakar dupa atau menyajikan sesuatu. Perempuan di kanan, dengan rambut panjang terurai, duduk tenang di kursi, matanya tajam menghadap kamera, seolah sedang menyimpan banyak cerita dalam diamnya.
Menariknya, foto ini diambil oleh studio terkenal Woodbury & Page—pelopor fotografi di Hindia Belanda—dan diduga ketiga perempuan ini adalah para pembantu rumah tangga dari kalangan masyarakat bawah. Namun, ekspresi dan tata duduk mereka mencerminkan martabat, keheningan, dan mungkin juga perlawanan halus terhadap lensa kolonial yang mengabadikan mereka.**
-disarikan dari berbagai sumber-












