Alex Libatkan TNI untuk Tangani Ruas Jalan Pelang-Batu Tajam

Ketapang//Thekalimantanpost.Com.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo hari ini (24/5)memimpin rapat terhadap kerusakan jalan di Kabupaten Ketapang. Penanganan ini, yang dimulai pada 24 Mei 2025, dimana hal ini merupakan prioritas utama pemerintahan dan menandai komitmen kuat untuk meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan perekonomian daerah. “Kami telah merancang strategi kolaboratif dan transparan yang melibatkan TNI, perusahaan swasta, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan infrastruktur yang kompleks ini,”ujar Alex.

Kondisi geografis Ketapang, khususnya tanah gambut yang labil di beberapa area, telah menyebabkan kerusakan parah di sejumlah jalur utama, terutama di Pelang-Kepuluk-Batu Tajam. Biaya penanganan yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar per kilometer dengan menggunakan konstruksi tiang pancang mini pile, jauh di atas standar jalan Tol atau Jalan Layang dengan anggaran 140 miliar per Kilometer sesuai standar yang disampaikan oleh dirjen PUPR.

“Oleh karena itu, kami mengambil langkah tegas dengan melibatkan TNI untuk memimpin penanganan di jalur Pelang-Kepuluk-Batu Tajam guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penuh. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah infrastruktur ini.

Kolaborasi dengan perusahaan swasta melalui program TJSLP menjadi kunci keberhasilan penanganan ini. Mereka akan berkontribusi dalam penyediaan material, tenaga kerja, dan pendanaan. Pemerintah desa dan masyarakat juga akan berperan aktif dalam memonitor dan mengevaluasi jalannya penanganan, memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sebagai solusi inovatif, kami menerapkan konstruksi sementara dengan kayu bulat di titik-titik rawan sebelum pembangunan permanen,”ujar Bupati Ketapang ini.

Penanganan difokuskan pada tiga jalur utama: Pelang-Kepuluk-Batu Tajam (dipimpin TNI), Bangkal Serai-Hantak-Air Hitam Hulu (dikoordinir PT. Buana Megatama Jaya), dan Pangkalan Padang/Blok O-Air Tarap-Air Hitam Besar (dikoordinir PT. Berkat Nabati Sejahtera). Kami menargetkan penyelesaian jalur Bangkal Serai-Hantak-Air Hitam Hulu dan Pangkalan Padang-Air Tarap-Air Hitam Besar dalam dua bulan.

Keberhasilan penanganan ini bergantung pada komitmen semua pihak, pengawasan ketat, dan partisipasi aktif masyarakat. Saya yakin kolaborasi ini akan membawa kemajuan signifikan bagi Kabupaten Ketapang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus memberikan informasi perkembangan penanganan ini secara berkala.**Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *