Sintang//Thekalimantanpost
Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan dalam waktu sekitar satu tahun ke depan RSUD AM Djoen Sintang sudah mampu melakukan tindakan pemasangan ring atau cincin jantung bagi pasien penyakit kardiovaskular. Upaya tersebut diperkuat melalui penjajakan kerja sama dengan Normah Medical Specialist Center Kuching, Sarawak, Malaysia.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan manajemen Normah Medical Specialist Center Kuching Sarawak ke Pendopo Bupati Sintang, Rabu (15/4/2026), yang sekaligus dirangkai dengan pertemuan bersama Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat fasilitas RSUD AM Djoen sebagai rumah sakit rujukan di wilayah timur Kalimantan Barat, termasuk pengembangan layanan jantung intervensi.
“saat ini RSUD AM Djoen Sintang berstatus kelas II, namun kami tentu masih perlu terus belajar secara khusus ke Normah Medical Specialist Center Kuching Sarawak” terang Kartiyus
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan pengembangan layanan bedah jantung, termasuk peningkatan kompetensi tenaga medis.
“kami sudah membangun ruang klinik bedah jantung. Dokter jantungnya lagi untuk ambil SIM-nya ke China. Untuk dapat sertifikat supaya bisa pasang cincin jantung. Rupanya yang bisa ngeluarkan SIM-nya itu hanya di Malaysia sama China” terang Kartiyus
Kartiyus juga menambahkan bahwa proses peningkatan kapasitas dokter spesialis sedang berjalan di luar negeri.
“di Indonesia tidak ada yang bisa ngeluarkan SIM untuk orang operasi pasang pasang cincin jantung. Dia sedang ambil Magister untuk spesialis jantungnya ke China. Ke depan untuk pasang cincin bisa belasan pasien satu hari” terang Kartiyus
Selain sektor kesehatan, Pemkab Sintang juga mendorong penguatan konektivitas lintas negara, termasuk kesiapan infrastruktur perbatasan.
“ke depan kalau PLBN Sungai Kelik kami sudah dibangun. Tentu akan membuka akses ke Malaysia lebih banyak. Tembusnya ke Lacau. Kami juga sudah memberikan lahan kepada Imigrasi Sanggau untuk membangun Kantor Imigrasi di Sintang. Karena data Imigrasi Sanggau itu, orang Sintang yang urus paspor ke Sanggau setiap bulan 400 orang” terang Kartiyus.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik kunjungan dan peluang kerja sama dengan pihak Normah Medical Specialist Center Kuching Sarawak, yang dinilai dapat memperkuat layanan kesehatan di daerah.
“perkenalan dan hubungan baik ini karena bahasa kita masih relatif sama dan masih bisa saling memahami. Dan kami berterima kasih karena Manajemen Normah sudah mengatakan tidak semata-mata mengejar profit tetapi ada juga sosial, kemanusiaan dan pelayanan” terang Bupati Sintang
Bupati juga berharap adanya kemudahan akses layanan bagi masyarakat Sintang yang berobat ke Kuching, khususnya bagi pasien dengan kondisi tertentu.
“kami juga punya rumah sakit yang besar yakni RSUD AM Djoen meskipun peralatan masih terbatas. Saya mohon agar kalau ada masyarakat Kabupaten Sintang yang berobat ke Normah Medical Specialist Center Kuching, mohon diberi kemudahan dan diberi kelonggaran. Kalau ada pasien yang belum memungkinkan pulang, mohon dibantu”harap Bupati Sintang.
Ia juga menyoroti pengalaman masyarakat dalam mencari layanan kesehatan yang kerap dipengaruhi faktor kecocokan.
“saya melihat, orang sakit ini ketika berobat, kadang-kadang tergantung cocok-cocoj juga. Ada juga kalau ke dokter dia tidak sembuh, malah kalau ke mantri, bisa sembuh” terang Bupati Sintang.
Sementara itu, Deputi Business Development and Corporate Affairs Normah Medical Specialist Center Kuching, Mr. Bidari Muhammad Suhaili, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan hubungan kemitraan dan persahabatan.
“kami pernah ke Sintang pada 2014 lalu. Normah Medical Specialist Center ini milik Pemerintah Negeri Sarawak, sehingga masih ada unsur sosialnya. Kami pernah merawat orang Indonesia, yang mengalami kurang biaya, namun masih harus dirawat, kami persilakan untuk tetap dirawat, kami rawat sampai sembuh baru disuruh pulang. Kami tidak mengutamakan bisnis” terang Mr. Bidari Muhammad Suhaili.
Ia menambahkan bahwa rumah sakit tersebut terbuka untuk kerja sama lintas wilayah dan mengedepankan aspek kemanusiaan.
“kami tidak bersaing dengan rumah sakit di Kalbar ini. Tetapi untuk menolong dan kemanusiaan. Peralatan medis yang diperlukan, semua dibeli oleh pemerintah sehingga kami harus menolong orang. Untuk itulah kami ingin bersahabat dengan Pemerintah disini, supaya ke depan urusan kami di sini juga semakin mudah” terang Mr. Bidari Muhammad Suhaili.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sintang, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang selama ini masih membutuhkan rujukan ke luar daerah maupun luar negeri.
*VE-sintang












