Thekalimantanpost
Dunia politik Indonesia baru saja melepas salah satu putra terbaiknya yang memiliki rekam jejak sangat panjang, melintasi berbagai era kepemimpinan nasional. Hamzah Haz (1940–2024) bukan sekadar politikus biasa; ia adalah representasi kekuatan politik umat yang berhasil menembus puncak kekuasaan di ibu kota setelah memulai langkahnya dari daerah.
Awal Karier: Pena Wartawan di Tanah Kalimantan
Lahir di Desa Pesaguan, Ketapang, Kalimantan Barat, Hamzah Haz muda adalah seorang pejuang literasi dan aktivis yang gigih. Sebelum terjun ke dunia birokrasi, ia mengasah ketajaman analisisnya sebagai wartawan surat kabar Bebas di Pontianak dan sempat menjadi guru SMA di Ketapang.
Jiwa kepemimpinannya mulai terlihat saat ia aktif sebagai Sekretaris Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ketapang pada awal 1960-an. Langkah besarnya berlanjut saat ia menempuh pendidikan di Yogyakarta dan mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di sana, sebuah organisasi yang menjadi kawah candradimuka bagi karier politiknya kelak.
Rekor Fenomenal di Parlemen
Salah satu catatan paling mengesankan dari Hamzah Haz adalah daya tahannya di panggung legislatif. Ia tercatat sebagai Anggota DPR-RI selama tujuh periode berturut-turut sejak tahun 1971 hingga 1999.Bahkan dia diakui sebagai pakar APBN hafal halaman-halaman buku APBN. Selama hampir tiga dekade, ia menjadi saksi sekaligus aktor kunci dalam berbagai dinamika politik nasional, terutama sebagai garda terdepan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kemampuannya di bidang ekonomi pun diakui jempolan. Meski hanya memegang gelar Sarjana Muda, para pakar hukum dan kolega seperti Jimly Asshiddiqie memuji kiprah ekonominya yang luar biasa bagi bangsa.
Puncak Kekuasaan: Sang Wakil Presiden
Karier politik Hamzah Haz mencapai puncaknya pada masa transisi demokrasi yang sangat krusial. Setelah menjabat di berbagai posisi menteri pada era B.J. Habibie dan Abdurrahman Wahid, ia terpilih menjadi Wakil Presiden Indonesia ke-9 melalui Sidang Istimewa MPR tahun 2001.
Dalam pemilihan yang sangat kompetitif, Hamzah Haz berhasil unggul dari nama-nama besar seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung. Ia mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri hingga tahun 2004, menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika pasca-reformasi.
Keberanian di Panggung Internasional
Hamzah Haz juga dikenal sebagai sosok yang sangat berani dalam menyuarakan sikap politiknya. Ia tak segan melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, bahkan pernah menyebut negara tersebut sebagai “raja teroris” saat melancarkan perang ke Irak pada tahun 2003. Sikap vokal ini seringkali dilihat sebagai caranya menjaga marwah dan aspirasi kalangan Muslim Indonesia di mata dunia.
Akhir Perjalanan Sang Tokoh Bangsa
Setelah puluhan tahun mengabdi, Hamzah Haz mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada 24 Juli 2024 dalam usia 84 tahun. Ia meninggalkan warisan berupa masjid dan yayasan yang ia bangun sendiri di Cisarua, Bogor, tempat ia kini beristirahat dengan tenang.
Sosoknya akan selalu diingat sebagai murid setia dari ulama karismatik Idham Chalid, yang berhasil membuktikan bahwa seorang anak desa dari Kalimantan bisa menjadi pemimpin besar di negeri ini melalui jalur organisasi, intelektual, dan politik yang santun namun tegas.
**Red
#wikipedia
nasrulkoto
#HamzahHaz #WakilPresidenRI #TokohPPP #PolitisiMuslim #SejarahIndonesia #InspirasiTokoh #KalimantanBarat












