Yayasan Palung Ajak Lestarikan Bumi

 

Thekalimantanpost.com, Ketapang – Setiap tahun pada 22 April selalu diperingati masyarakat diberbagai negara sebagai Hari Bumi. Khusus di Indonesia, satu di antaranya Yayasan Palung (YP) rutin tiap tahun selalu merayakannya. Staf Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye YP, Petrus Kanisius menegaskan penting untuk merayakan Hari Bumi.

“Hari bumi begitu penting dirayakan sebagai pengingat bagi kita. Tujuannya agar mampu bersikap dengan tindakan-tindakan nyata untuk nasib keberlanjutan bumi,” kata Petrus kepada awak media di Ketapang, Kami (22/4).

Ia menegaskan usia bumi yang semakin tua dari tahun ke tahun. Hingga saat ini benar-benar menanti disapa oleh siapa saja atau semua orang untuk peduli padanya. Sebab itu sudah saatnya kita beraksi nyata dengan cara-cara sederhana agar bumi terus lestari hingga selamanya.

“Dengan bumi yang lestari akan mampu memberi nafas kepada semua. Mari kita pelihara, jaga dan lestarikan bumi dengan cara-cara sederhana,” ajaknya.

Petrus menerangkan pada peringatan Hari Bumi tahun 2021 pihaknya mengusung tema “Restore Our Earth atau Pulihkan Bumi Kita”. Sebagai lembaga Konservasi, YP selalu rutin merayakan Hari Bumi. Pada tahun ini pihaknya merayakannya dengan berbagai kegiatan.

Di antaranya buka puasa bersama dengan Bentangor Club di sekretariat
Belajar Tentang Hutan dan Orangutan (Bentangor) Education Center, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Kemudian dilanjutkan dengan putar film lingkungan. “Bentangor Club merupakan anak-anak yang ada di Desa Pampang Harapan,” ungkap Petrus.

Ia menambahkan Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) di Kayong Utara juga berencana akan membuat video tentang pesan untuk bumi. Sedangkan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) di Ketapang akan mengadakan dialog interaktif dan buka puasa bersama kelompok pecinta alam.

Menurutnya Tim Pendidikan Lingkungan akan mengadakan Webinar tentang perubahan iklim. Petrus memaparkan berikut jadwal Hari Bumi 2021 yang dilaksanakan oleh YP. Siaran Radio (Dialog Interaktif di Radio RKU bertema Green Ramadhan) dilaksanakan Tim Pendidikan Lingkungan YP KKU dan REBONK pada Kamis, 22 April Pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kemudian Dialog Interaktif, temanya Menjadi Influencer Peduli Lingkungan), dilaksanakan RK-TAJAM pada Sabtu, 24 April Pukul 15.00 hingga selesai di Kantor Yayasan Palung Ketapang. Narasumbernya Founder Suara Konservasi, M Mukhlis Saputra dan Founder Impact Circle School, Candra Kurniawan.

Selanjutnya Webinar Peringatan Hari Bumi bertemakan Restore Our Earth dilaksanakan oleh Tim Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung pada Senin, 26 April pukul 13.30 hingga selesai. Kegiatan ini secara zoom meeting conference. Narasumbernya dari Greenpeace Indonesia, Annisa Dian Ndari, WWF Kalimantan Barat, Maria Theresia dan Pembina Yayasan Palung, Yudo Sudarto.

“Kita juga mengadakan Buka Puasa Bersama Bentangor Klub pada Selasa, 27 April dengan serangkaian kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai,” tutur Petrus.

Ia menceritakan sejarah singkat Hari Bumi mulanya atau pertama kali digalakkan oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat, Gaylord Nelson pada 1970. Tepatnya pada 1969, Nelson mulai tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Hari Bumi 1970 menyuarakan kesadaran demi menyalurkan energi gerakan anti terhadap pencemaran. Serta untuk menempatkan masalah lingkungan di paling depan. Pada 22 April 1970, 20 juta orang Amerika turun ke jalan, taman, dan auditorium berdemonstrasi.

“Tujuannya untuk lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Bahkan dalam demonstrasi pantai ke pantai dilakukan besar-besaran. Ribuan perguruan tinggi dan universitas mengorganisir protes terhadap kerusakan lingkungan,” jelas Petrus. (bnd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.