Mustakar Tangkap Pencuri Barangnya Saat Transaksi Jual Beli

 

Thekalimantanpost.com, Ketapang – Nasib malang menimpa keluarga Mustakar ketika Jumat (23/7) dini hari. Rumahnya dimasukkan pencuri ketika ia sekeluarga tidur dalam rumah itu. Beberapa barangnya seperti kamera dan tabung gas elpiji serta sejumlah uang raib dibawa maling.

Namun pada Jumat sore nasib baik berpihak kepadanya, sebaliknya sipencuri bernasib apes. Mustakar menangkapnya saat hendak transaksi jual beli sama orang yang sudah berkomunikasi sama mustakar. Mustakar menangkap langsung sipencuri tersebut lalu menyerahkannya kepada pihak Kepolisian.

Mustakar menceritakan awal kejadian saat istrinya bangun tidur Jumat dini hari sekira pukul 04.20 WIB. Istri mau buat susu untuk anak jadi hendak masak air. Namun kompor tidak mau hidup padahal gasnya baru beli. Setelah dicek ternyata tabung gasnya tak ada.

Kemudian istri melihat box berisi kamera di atas lemari juga terbuka. Istri merasa padahal saya tak ada meriksa kamera tapi kenapa boxnya terbuka. Selanjutnya istri terlihat ke pintu dapur juga sudah terbuka.

“Melihat pintu dapur sudah terbuka istri berlari mendatangi saya dan mengatakan kayaknya rumah kita kemalingan, ada pencuri masuk. Saya ke luar kamar melihat kamera sudah hilang,” kata Mustakar kepada Thekalimantanpost.com di Ketapang, Sabtu (24/7).

“Saya periksa tas yang ada pecahan Rp 75.000 edisi khusus 75 Tahun HUT RI dan Rp 50.000 dalam dompet. Ternyata uang tersebut sudah tidak ada, sudah diambil maling itu,” lanjutnya.

Setelah kejadian itu Ia langsung Salat Subuh karena di surau dekat rumahnya sudah iqomat. Usai salat ia beristighfar, introspeksi diri dan mencari di Google bagaimana cara Rasulullah atau cerita di jaman Rasulullah menyikapi ketika kehilangan barang.

“Kemudian saya temukan tips dan doa nya saya screenshot yaitu ambil wudhu sholat dua rakaat dan bersyahadat. Setelah itu saya tambah beristirfar lalu berdoa,” ungkapnya.

Setelah melakukan itu hatinya pun tenang dan kembali juga menenangkan istrinya. Kemudian memberitahu keluarga, membuat informasi di story WhatsApp (WA) bahwa sedang mendapat musibah kemalingan. Merasa kurang puas ia buat juga semacam pengumuman ke grup-group WA agar menginfokan jika ada seseorang menjual kamera.

“Hampir 20 grup saya kirim alhamdulillah respon kawan-kawan sangat baik. Bahkan ada yg me-repost story WA nya dan di laman facebook pribadinya,” tuturnya.

Mustakar menuturkan kabar baikkan setelah ia pulang melaksanakan Salat Jumat. Beberapa teman memberi tahu ada yang menjual kamera dalam group jual beli di facebook. Setelah melihat postingan di facebook ia meyakini kamera yang hendak dijual itu kameranya.

“Jadi saya pinta teman jangan sampai putus komunikasi dengan pelaku. Sedangkan saya langsung membuat laporan kehilangan ke Mapolres Ketapang.

Mustakar menerangkan pelaku awalnya ada deil untuk transaksi jual beli dengan sistem COD di dekat SPBU Sei Awan. Namun transaksi ini gagal karena mungkin pelaku mencari harga yang lebih tinggi. “Nanun saat memberikan keterangan di kantor polisi temannya beri tahu sudah mau pergi transaksi sama pelaku sistem COD di dekat Lapangan Sepakat juga” kenangnya.

“Kemudian saya beritahu anggota Polisi yang ngambil keterangan. Anggota itu nyuruh saya pergi dulu dan mereka akan menyusul. Saya pun langsung menuju ke lokasi tempat teman dan pelaku akan transaksi jual beli,” sambungnya.

Ia mengungkapkan ketika sampai di lokasi transaksi gelagat pelaku seperti mengenalinya. Benar saja tiba-tiba pelaku langsung melarikan diri dan ia pun mengejarnya. Saat pengejaran ini ia tertinggal, beruntung ada pengendara motor mau memboncengnya mengejar pelaku.

“Akhirnya pelaku dapat tekejar dan saya langsung menangkap juga memitingnya. Kemudian saya bawa ke pentas Lapangan Sepakat yang sudah ada Polisi yang menunggu. Pelaku pun saya serahkan untuk diproses lebih lanjut,” ucapnya.

Terhadap kejadian ini Mustakar berpesan agar semua lebih waspada dan meningkatkan pengamanan di rumah masing-masing. Kemudian agar aktif bermedia sosial karena juga banyak sisi positif dan bisa membantu. Seperti yang ia rasakan lewat media sosial akhirnya berhasil menangkap pelaku pencuri di rumahnya.

“Kemudian jangan lupa juga berdoa kepada Allah SWT. Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu hingga pencuri tersebut bisa ditangkap,” ucalnya. (bnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.