Thekalimantanpost.com, Ketapang – PT Lestari Abadi Perkasa (LAP) telah membangun pabrik pengolahan kepala sawit. Kemudian diresmikan Bupati Ketapang, Martin Rantan di Kecamatan Pemahan, Kamis (17/6). Pabrik ini berkapasitas 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Bupati mengatakan bertambahnya pabrik kelapa sawit di Ketapang tentu bisa membangkitkan perekonomian. Lantaran terbuka lapangan pekerjaan dan roda perekonomian dapat tumbuh cepat. Sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Ketapang dan sekitarnya.

“Sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang terpilih yaitu melanjutkan Ketapang maju menuju masyarakat sejahtera. Jadi pembangunan pengolahan pabrik kelapa sawit sejalan dengan pertumbuhan produksi kelapa sawit,” ungkap Martin saat acara peresmian berlangsung.

Ia berharap adanya pabrik ini tak hanya mampu mengolah TBS dari kebun inti perusahaan. Namun juga kebun kemitraan dan kelapa sawit dari kebun mandiri di sekitar lokasi perusahaan. “Tentu pelaksanaannya harus sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” pesan Martin.

Dijelaskan Bupati bahwa di massa pandemi ini, komoditi kelapa sawit tidak berpengaruh signifikan. Hal ini dibuktikan sejak triwulan terakhir harga Crude Palm Oil (CPO) terus meningkat. Serta harga TBS juga semakin baik yang berpengaruh positif bagi perkebunan kelapa sawit dan pelaku usaha perkebunan.

“Pemkab Ketapang berharap PT LAP bisa menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan semua pihak. Di antaranya pemangku kepentingan untuk mewujudkan masa depan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Bupati berpesan kepada masyarakat agar tidak lagi menjual lahan kelapa sawit plasma kepada pihak ketiga. “Saya akan memberikan otoritas kepada camat dan kepala desa untuk tidak memberikan legalitas terhadap lahan masyarakat yang telah dijual ke pihak ketiga. Karena ini akan merugikan masyarakat,” tegasnya. (bnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.